Berhenti sejenak untuk sekadar istirahat dari rutinitas tak akan membuang waktu. Mungkin malah itu penting sebagai jeda di dalam kehidupan. Ibarat tulisan, kalimat panjang tanpa koma akan membuat si pembaca kehabisan napas. Karena itu "tanda koma" amat penting, bukan semata-mata memberi kesempatan untuk menarik napas, tetapi memberi makna pada kalimat keseluruhan sehingga tidak salah paham dengan maksudnya.
Begitupun dalam kehidupan. Merenung sejenak akan memberikan manfaat besar.Mungkin cuma beberapa menit. Tetapi waktu itu amat berguna untuk mengevaluasi ringkas langkah yang sudah dilakukan, bisa pula digunakan untuk memperbaiki arah seandainya melenceng dari maksud semula, atau menemukan ide baru dengan menengok sesuatu di luar rutinitas kita.
Seorang pedagang yang biasa berjualan dari subuh hingga malam, bisa menyisihkan waktu untuk melihat pameran dagang di hari Sabtu atau Minggu. Itu juga "Berhenti Sejenak". Siapa tahu di sana menemukan ide untuk mengembangkan usaha yang tak terpikirkan sebelumnya. Bisa juga pergi ke toko buku untuk mencari buku yang relevan dengan bidang usahanya. Dengan membacanya, mungkin kita akan menemukan pembelajaran sehingga usaha kita lebih optimal.
Pada talkshow tadi pagi di Radio Sonora, saya membawakan tema ini: "Berhenti Sejenak".Saya mengambil cerita tentang dua orang renta yang menyeberang jalan dan membuat pengendara mobil harus berhenti sejenak memberi kesempatan pada mereka untuk mencapai sisi jalan yang mereka tuju.
Berhenti sejenak bukan berarti istirahat total tanpa kegiatan apa-apa. Berhenti sejenak adalah mengalihkan rutinitas kita pada hal lain di luar kebiasaan. Kadang kita bisa melakukannya dengan penuh kesadaran untuk menemukan inspirasi baru. Tak jarang juga kita dipaksa keadaan untuk melakukannya. Yang penting bagaimana kita memaknainya. Dan karena sukses tak melulu masalah materi, dengan melihat sekeliling saat berhenti sejenak bisa membawa kita pada pembelajaran hidup yang sebenarnya.
Salam Sukses Luar Biasa!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar