Selasa, 11 Oktober 2011

Sarjana NGANGGUR!!!


"Sarjana Nganggur" membanjiri Tanah Air
Sepemahaman banyak orang mengenai pendidikan di perguruan tinggi, yakni sebagai wadah untuk menyiapkan seseorang sebelum memasuki dunia sosial dan pekerjaan sebagai manusia yang produktif. Sayangnya fakta berkata lain.
Kurang lebih 750,000 lulusan sarjana atau diploma di Indonesia menganggur, tentu saja hal ini tidak sesuai dengan yang diharapkan. Beberapa temuan lain justru mengatakan pekerja rata-rata adalah lulusan SD, SMP dan SMA, atau sederajat.
Dikutip dari Kompas, dari sekitar 105 juta tenaga kerja yang sekarang bekerja, lebih dari 55 juta adalah lulusan SD! Sedangkan pemilik diploma hanya sekitar 3 juta orang dan sarjana sekitar 5 juta orang.  Jadi bisa dikatakan bahwa setelah lulus mengenyam perguruan tinggi maka gelar “pengangguran” akan menanti.
Oleh karena itu, jika saja pemahaman dasar dimana pendidikan merupakan bekal untuk bekerja di sebuah perusahaan bisa dikembalikan ke makna awalnya, dimana pendidikan adalah bekal ilmu untuk hidup, mungkin terapannya bisa lebih menguntungkan.

TANTANGAN PERGURUAN TINGGI KOMPUTER DI ERA INFORMASI


Dahlan abdullah
Dalam 20 tahun terakhir ini, kita melihat perkembangan TI yang cukup pesat di Indonesia. Dimulai kebijakan pemerintah tahun 1988 yang mendukung berdirinya bank perkreditan rakyat (BPR). Seiring dengan perkembangan BPR, secara tidak langsung juga mendukung perkembangan industri TI. Pertumbuhan TI waktu itu selalu double digit atau bahkan diatas 100% per tahun. Bahkan beberapa perusahaan melaporkan pertumbuhan diatas 500% per tahun. Perkembangan ini terus mencapai puncaknya sampai akhir tahun 2001. Setelah tahun 2001 perkembangan TI di Indonesia relatif menurun dan kembali pada pertumbuhan yang wajar sekitar 20-30% per tahun.
Perkembangan TI yang relatif menurun secara tidak langsung juga mempengaruhi jumlah mahasiswa yang mengambil mata kuliah TI. Sejak tahun 2004, statistika di banyak universitas melaporkan jumlah mahasiswa TI yang terus menurun, walaupun dibeberapa universitas lain melaporkan terjadinya peningkatan jumlah mahasiswa TI.

Senin, 03 Oktober 2011

Mengubah Paradigma Pendidikan Tinggi di Indonesia



Penulis : Jhanghiz Syahrivar

Tri dharma perguruan tinggi adalah pendidikan, penelitian, dan pengabdian (masyarakat). Pendidikan merupakan suatu proses memfasilitasi peserta didik dengan sarana dan lingkungan yang kondusif bagi pengembangkan dan peningkatkan kompetensi di bidang akademik dan non-akademik sehingga tercipta Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, bermoral, dan berguna tidak hanya bagi dirinya namun juga masyarakat secara luas.
Sedangkan penelitian atau riset adalah suatu proses pencarian sebuah pengetahuan atau investigasi yang sistematis mengenai suatu hal untuk membentuk suatu fakta. Tujuan utama dari penelitian adalah menemukan, menafsirkan, dan mengembangan suatu metode dan sistem untuk kemajuan pengetahuan manusia dalam berbagai hal ilmiah dari dunia kita dan alam semesta. Penelitian bisa menggunakan metode ilmiah, namun tidak harus.
Apabila peserta didik telah mendapatkan pendidikan dan melakukan penelitian selama mengenyam proses pendidikan tersebut, diharapkan mereka dapat mengabdikan ilmu dan pengetahuan yang mereka peroleh kepada masyarakat secara luas.