Penulis : Andrie Wongso
Ada seorang anak muda yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di sebuah perguruan tinggi. Tanpa pengalaman, berbekal ijazah dan impian yang besar, dia mulai menapakkan
langkah, mencoba terjun ke masyarakat dengan mencari pekerjaan. Dia
mengirim banyak surat lamaran kerja ke berbagai perusahaan. Sayang, harapannya tak sesuai kenyataan. Penolakan demi penolakan justru diterimanya. Tapi, saat diterima pun, ternyata pekerjaan yang didapat tidak sesuai dengan kemampuan dan kemauannya.
Saat dia pindah ke perusahaan lain, dan kemudian berpindah lagi, keadaan
pun tidak jauh berbeda. Kekecewaannya berulang lagi. Ia merasa kecewa
pada perusahaan, kecewa pada diri sendiri, dan kecewa pada penerimaan
orang lain terhadap dirinya yang tidak sesuai dengan harapannya.
Semua itu menyebabkan dia semakin hari merasa semakin stres, dan
akhirnya berniat mengakhiri hidupnya dengan jalan bunuh diri.
Untuk mewujudkan niatnya, dia memilih lautan sebagai tempat untuk bunuh diri. Setibanya di tepi laut yang berombak
besar, segera niatnya dilaksanakan. Dia pun berlari mengejar ombak dan
melemparkan dirinya ke dalam gelombang air pasang yang siap menelan tubuhnya. Tetapi usahanya gagal! Beberapa kali ia mencoba, juga gagal lagi.
Saat itu, ada pria setengah baya yang kebetulan melihat ulah si pemuda dan segera menghampirinya. Orang itu lantas bertanya kepadanya, "Hei anak muda, kenapa engkau mau mengakhiri hidupmu dengan jalan pintas seperti ini?"
Dengan muka sedih dan kepala tertunduk, si pemuda menjawab, "Hidupku
sungguh tidak berarti. Aku gagal! Aku kecewa pada perusahaan tempatku
bekerja. Aku kecewa pada diriku sendiri. Aku juga kecewa pada masyarakat yang meremehkan dan memandang rendah diriku. Untuk apa lagi aku hidup seperti ini?"
"Anak muda, caramu berpikir itu salah! Pantas kamu mengambil jalan pintas seperti ini. Lihatlah ini," bapak
itu berkata sambil tangannya mengambil sejumput pasir dan kemudian
melemparkan ke depan. Pasir itu pun segera terserak bersama pasir yang lain. Setelah itu, dia berkata, "Pungutlah pasir yang saya lempar tadi."
"Ah, mana mungkinpasir itubisa saya pungut lagi," jawab si pemuda keheranan, tak tahu apa maksud bapak itu menyuruhnya seperti itu.
Melihat pemuda itu tampak tak mengerti maksud perintahnya, bapak
itu kemudian ganti mengambil suatu benda dari kantong sakunya dan
berkata, "Sekarang, pungutlah mutiara ini." Paman itu lantas
melemparkannya mutiara dari kantongnya, sama seperti pasir tadi. Dengan
segera dipungutlah mutiara itu oleh si pemuda. Mudah sekali!
"Nah anak muda, dirimu saat ini, sama seperti butir pasir di pantai, tidak berbeda dengan pasir-pasir yang lainnya.
Kalau kamu ingin diakui keberadaanmu dan memperoleh perhargaan dari
orang lain, maka jadilah seperti mutiara ini. Tetapi, untuk bisa menjadi
mutiara, perlu waktu dan perjuangan yang tidak
ringan. Maka, berhentilah mengeluh dan menyalahkan orang lain. Belajar
dan poleslah diri dengan sungguh-sungguh dan jadilah mutiara di kemudian
hari."
Si pemuda spontan menjabat erat tangan bapak
itu, "Terima kasih Pak, saya memang salah. Sekarang saya sadar dan
mengerti. Saya berjanji akan berubah dan memoles diri dengan keras untuk
menjadi mutiara sejati." Maka, si pemuda segera bergegas, ingin memulai
harinya yang baru dengan semangat untuk jadi mutiara yang berharga.
Pembaca yang bijaksana,
Saat kita sadar dan mengerti bahwa meraih kesuksesan itu membutuhkan
proses dan perjuangan, maka mentalitas kita akan semakin kuat. Dengan
keberanian, ketekunan, dan keuletan, kita siap menghadapi setiap
rintangan yang muncul, untuk meraih kesuksesan dan kehidupan yang jauh lebih bernilai.
Mutiara yang indah lahir dari proses alam yang cukup lama. Demikian juga diri kita. Untuk menjadi orang yang dihargai, disegani, dan dihormati, juga perlu pengorbanan dan proses yang berliku dan memakan waktu lama. Tapi, dengan satu tujuan yang pasti, kerja keras, tekad baja, kita akan benar-benar menjadi mutiara yang berharga bagi diri sendiri dan orang lain.
Tidak ada sukses tanpa perjuangan. Tidak ada keberhasilan tanpa
diiringi peluh keringat dan kerja keras. Maju terus dan poles diri
dengan semangat pantang menyerah! Raih kesuksesan dengan langkah pasti!