Sabtu, 29 Januari 2011

Kecantikan Alami Tidak Akan Pernah tergantikan

Siapa yang tidak ingin cantik?

Jika pertanyaan ini ditanyakan kepada seluruh wanita di dunia, mereka akan mengatakan, “kami semua ingin cantik”.

Tahukah Anda, untuk menjadi cantik, seorang wanita rela merogoh koceknya dalam-dalam. Mereka bahkan rela makan seadanya agar bisa perawatan di salon mahal. Semua itu demi sebuah kecantikan.

Mengapa wanita ingin cantik?

Tentunya tak lepas dari kodrat wanita yang merupakan makhkuk ciptaan Tuhan yang paling indah, yang diciptakan di dunia ini untuk membuat dunia menjadi penuh warna. Katanya, seorang wanita yang terlihat cantik akan lebih percaya diri dibandingkan sebaliknya.

Seorang wanita yang cantik katanya juga akan dicintai oleh banyak pria, dibandingkan seorang wanita yang kurang menarik. Hal tersebut merupakan opini yang diciptakan oleh kaum wanita itu sendiri sehingga mereka berlomba-lomba untuk tampil cantik di hadapan pria.

Kecantikan seperti apakah yang sebenarnya dicari di dunia ini?

Terlepas dari segi fisik yang memang menarik, seorang wanita akan terlihat jauh lebih cantik daripada fisiknya yang memang sudah cantik dan indah, bila ia memiliki kecantikan alami.

Kecantikan alami, seperti apakah itu?

Kecantikan alami adalah kecantikan yang dimiliki oleh setiap wanita yang berasal dari dalam ruhnya. Ya, pada dasarnya setiap wanita yang ada di dunia ini cantik. Tidak ada satupun manusia yang diciptakan dengan kondisi yang memprihatinkan.

Bayangkan, untuk dapat menjadi zigot saja sebuah sperma harus mengalahkan jutaan sperma lainnya di dalam rahim. Itu artinya, sperma yang menjadi pemenang adalah yang paling kuat di antara yang lain. Dan itu tandanya, semua manusia di dunia ini tanpa terkecuali, diciptakan dengan sempurna.

Pancarkan kecantikan alami!

Meski semua wanita di dunia ini tercipta dalam keadaan yang cantik, namun ternyata tak semua wanita menyadarinya. Sebagian besar di antara mereka malah kurang bersyukur diciptakan dengan kondisi seperti apa adanya. Alhasil, berbagai macam cara yang notabene menyiksa diri sendiri pun dilakukan, seperti bedah plastik.

Tidak perlu membayar mahal untuk cantik!

Cantik tidak harus mahal. Tugas seorang wanita yang ingin terlihat cantik hanyalah memaksimalkan dan merawat aura kecantikan alami yang sudah ada sejak lahir di dalam dirinya. Caranya cukup mudah, yaitu:

  1. Mandi minimal dua kali sehari.
  2. Menjaga kebersihan kulit dan gigi.
  3. Bagi muslimah, sering-seringlah berwudhu karena selain bisa menenangkan hati juga bisa memancarkan aura yang ada di dalam tubuh.
  4. Makan makanan sehat, bukan junk food.
  5. Banyak mengonsumsi air putih.
  6. Berbuat baik kepada sesama.

Cantik tidak harus mahal. Cantik tidak harus dengan mengubah ciptaan Tuhan. Setiap wanita sudah tercipta dalam keadaan cantik. Oleh sebab itu, tugas seorang wanita adalah merawat kecantikan alami dan mensyukuri pemberian Tuhan kepadanya.

Jumat, 28 Januari 2011

Waspadai Penyakit Tulang Kaki

Penyakit Tulang Kaki mungkin sangat terdengar asing di telinga kita, karena jika kita mendengar kata tulang, kita hanya mengetahui tentang kekeroposan pada tulang atau yang lebih dikenal dengan Osteoporosis.

Namun perlu Anda ketahui, penyakit tulang kaki ini juga berbahaya untuk kesehatan tubuh, apalagi untuk Anda yang mempunyai usia lanjut. Mengapa? Karena penyakit tulang kaki dapat menyebabkan kelumpuhan. Maka waspadai penyakit tulang kaki sejak dini.


Kenalilah sejak dini

Tentunya Anda tidak ingin mengidap penyakit ini bukan? Untuk itu kenalilah tanda-tanda penyakit ini sejak dini.

Keseleo
Patah tulang
Arthritis
Nekrois aseptik
Nyeri pada tulang rawan
Sendi kaku saat bangun tidur dan penderita sangat sulit untuk bergerak dan beraktifitas


Penyakit tulang kaki ini biasanya menyerang pada orang yang memiliki umur lebih dari 45 tahun karena kalsium dalam tubuh sudah sedikit berkurang jumlahnya, jika Anda mendapati gejala-gejala di atas periksakan sesegera mungkin pada dokter.

Penyebab timbulnya penyakit tulang kaki diantaranya adalah :

Gemar memakai hak sepatu tinggi, karena kaki akan berdiri tidak sebagaimana mestinya, melainkan kaki seperti berjinjit hingga tumit belakang terangkat dan menyebabkan kaki terpaksa menahannya.

Tidak suka mengkonsumsi kalsium. Kebanyakan wanita tidak menyukai susu, alasan mereka adalah masalah berat badan, padahal susu dapat meningkatkan produksi kalsium dalam tubuh Anda.

Fakta lain yang perlu Anda ketahui, bahwa penyakit tulang lebih rentan diderita perempuan daripada laki-laki. Anda dapat mengkonsumsi susu rendah lemak untuk meningkatkan kalsium dalam tubuh Anda.

Peradangan pada tulang. Penyebab yang lain timbul karena terjadinya asam urat pada tubuh.


Perawatan untuk tulang kaki Anda

Kurangi aktifitas yang berlebih, yang menyebabkan tubuh Anda menjadi cepat lelah, misalnya bekerja tidak kenal waktu, bergadang, mengkonsumsi kafein, dll

Olahraga yang terlalu memaksakan diri, misalnya olahraga yang tidak sesuai dengan porsinya, alias terlalu keras karena terobsesi ingin sehat. Olahraga itu antara lain, volley, bulutangkis, bela diri, basket, dan bola

Jangan terlalu sering memakai sepatu tinggi yang dapat membuat kaki Anda cidera

Seringlah mengkonsumsi susu

Kalau Anda tidak ingin mengkonsumsi susu berlebih, Makan sayuran dan buah-buahan yang mengandung lebih banyak kalsium

Banyak pula mnegkonsumsi vitamin yang mengandung zat kapur atau kalsium.

Mandi dengan air hangat, dan pijat tubuh jika terasa sakit, selain itu latihan peregangan lakukan sesering mungkin, agar tulang Anda lentur.

Lakukan pengobatan dengan resep dokter, konsumsi obat anti inflamasi. Obat ini dapat membantu Anda mengurani sakit dan pembengkakan pada tulang. Tetapi mengkonsumsi obat seperti ini bukan berarti membantu Anda sembuh secara total, obat-obat berikut hanya membantu mengurangi nyeri saja, Anda tetap harus menerapkan pola hidup sehat

Mengkompresnya dengan es, cara ini dapat mengurangi rasa nyeri pada tulang, dan mengurangi fungsi enzim.


Jangan pernah menganggap remeh masalah nyeri pada tulang kaki Anda. Jika tanda-tanda diatas mulai menjangkiti tubuh Anda, segeralah periksakan ke dokter terdekat

Minggu, 23 Januari 2011

Nikmatilah Perbedaan!

Perbedaan adalah anugrah dari
Yang Maha Kuasa!


Lihatlah sekeliling kita, indahnya
warna-warni bunga, warna-warni satwa,
dan segala keragaman lain yang
menghiasi dunia.

Bayangkan kalau kita hanya mengenal
warna hitam saja! Alangkah gelapnya
dunia ini! :-)

Tanpa adanya perbedaan dan warna-warni,
kita tidak akan merasakan hidup
semeriah dan seindah sekarang ini,
betul?! :-)

Begitu pun dengan kehidupan, setiap
insan selalu berhadapan dengan segala
macam perbedaan dan warna-warni
kehidupan.

Tapi sayang, tidak semua orang mampu
melihat perbedaan sebagai kekayaan.
Banyak orang merasa tersiksa karena
perbedaan alias mereka tidak mampu
menikmatinya.

Berbagai bentuk kejahatan dimulai hanya
karena perbedaan. Entah itu perbedaan
warna kulit, agama, suku bangsa,
prinsip, atau sekadar pendapat.

Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu
yang bisa dihindari. Setiap orang lahir
dengan perbedaan dan keunikannya
masing-masing. Mulai dari perbedaan
fisik, pola pikir, kesenangan, dan
lain-lain.

Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama.
Bahkan kesamaan pun sebenarnya tidak
selalu menguntungkan.

Coba bayangkan, seandainya semua orang
memiliki kemampuan memimpin, lantas
siapa yang mau dipimpin? Kalau semua
orang menjadi orang tua, siapa yang mau
jadi anak? Siapa juga yang akan
menerima sedekah, jika semua orang
ditakdirkan kaya?

Perbedaan ada bukan untuk dijadikan
alat perpecahan. Banyak hal positif
yang bisa kita peroleh dengan perbedaan.

Namun, tentu saja semua itu harus
bersyarat. Nah, syarat apa saja yang
harus dipenuhi?

Berikut di antaranya...

1. Cara pandang kita terhadap perbedaan.

Berpikirlah positif dengan mensyukuri
adanya perbedaan. Anggaplah perbedaan
sebagai kekayaan. Cara pandang yang
benar akan melahirkan sikap yang tepat.

Ada baiknya kita mencari persamaan
terlebih dahulu, sebelum mencari
perbedaan.

2. Kelola perbedaan sebaik mungkin.

Musyawarah untuk mencapai kesepakatan
adalah jalan yang tepat untuk mengelola
perbedaan.

Berlatihlah utk menghargai, menerima,
menjalankan dan bertanggungjawab
terhadap keputusan bersama, meski
berlawanan dengan ide awal kita.

3. Selalu posisikan segala sesuatu
pada tempatnya.

Saat bekerja sama dengan orang lain,
salurkan potensi, karakter, minat yang
berbeda-beda pada posisi 'yang tepat'.

Cara ini akan mendorong tercapainya
tujuan bersama dan mendukung
pengembangan potensi masing-masing
individu.

4. Jangan pernah meremehkan orang lain.

Apapun dan bagaimana pun kondisi atau
pendapat orang lain, perlakukan mereka
selayaknya diri kita ingin diperlakukan.

Anggaplah semua orang penting. Mereka
memiliki peran tersendiri, yg bisa jadi
tdk bisa digantikan oleh orang lain.

5. Jangan menonjolkan diri atau sombong.

Merasa diri paling penting dan lebih
baik daripada orang lain *tidak akan*
menambah nilai lebih bagi kita. Toh
kita tidak bisa hidup tanpa orang lain.

Jadilah beton dalam bangunan. Meski
tidak nampak, namun sesungguhnya ialah
yang menjadi penyangga kokohnya sebuah
bangunan. :-)

6. Cari sumber informasi yang terjamin
kebenarannya.


Perbedaan bisa muncul karena informasi
yang salah. Oleh sebab itu, pastikan
sumber informasi kita bisa terjamin dan
dapat dipercaya kebenarannya. Lebih
bagus lagi jika disertai bukti yang
mendukung.

7. Koreksi diri sendiri sebelum
menyalahkan orang lain.


Menyalahkan orang lain terus menerus
tidak akan banyak membantu kita. Bisa
jadi kesalahan sebenarnya terletak pada
diri kita. Karenanya, koreksi diri
sendiri terlebih dahulu merupakan
langkah yang paling bijaksana.

So, berhentilah menyesalkan perbedaan.
Karena jika tidak, Anda akan
kehilangan
sumber kebahagiaan! :-)

Penemu Facebook


Mark Zuckerberg

Mark Zuckerberg di Paris tahun 2008
Lahir Mark Elliot Zuckerberg
14 Mei 1984 (umur 26)
White Plains, New York
Pendidikan Ardsley High School (1998–2000)
Phillips Exeter Academy (lulus, 2002; Diploma Klasik ;[1] Kapten, Tim anggar) [2]
Mahasiswa terdaftar di Harvard (2002–2008)[2]
Pekerjaan Pendiri, CEO & Presiden dari Facebook
Kekayaan bersih ▲ USD 6.9 milyar (2010)[3]
Agama Yahudi
Kerabat Randi Zuckerberg (saudara perempuan)
Situs
Facebook.com/MarkZuckerberg

Mark Elliot Zuckerberg (lahir di White Plains, New York, 14 Mei 1984; umur 26 tahun). Anak dari Edward dan Karen Zuckerberg. Ia adalah seorang programer komputer dan pengusaha asal Amerika Serikat. Menjadi kaya di umurnya yang relatif muda karena berhasil mendirikan dan mengembangkan situs jaringan sosial Facebook di saat masih kuliah dengan bantuan teman Harvardnya Andrew McCollum dan teman sekamarnya Dustin Moskovitz dan Crish Hughes. Saat ini ia menjabat sebagai CEO Facebook.[4]. Zuckerberg terlahir sebagai Yahudi, namun ia memproklamirkan dirinya sebagai seorang Atheis

Zuckerberg memulai pemrograman ketika ia duduk di sekolah menengah pertama. Ayahnya mengajarkannya Atari BASIC Programming pada tahun 1990an dan kemudian pengembang perangkat lunak David Newman menjadi guru pribadinya di sekitar tahun 1995. Zuckerberg juga mengambil kursus dengan subyek tersebut di Mercy College yang berada di dekat rumahnya di pertengahan 1990-an. Ia belajar di Ardsley High School dimana ia unggul dalam bidang klasik, kemudian pindah pada tahun pertama ke Phillips Exeter Academy dimana ia terjun dalam bidang Bahasa Latin.

Ia juga merancang dan memrogram sistem aplikasi komputer untuk membantu para pekerja di kantor ayahnya berkomunikasi; ia membangun sebuah versi dari permainan Risk, dan di bawah nama perusahaan Intelligent Media Group, ia membangun sebuah pemutar musik bernama Synapse Media Player yang menggunakan intelejensi buatan untuk mempelajari kebiasaan pengguna mendengarkan, yang telah diposting ke Slashdot dan memperoleh peringkat 3 dari 5 dari PC Magazine. Microsoft dan AOL mencoba untuk membeli Synapse dan merekrut Zuckerberg, tapi ia justru pergi ke Harvard College pada bulan September 2002 di mana ia belajar ilmu komputer dan bergabung Alpha Epsilon Pi, sebuah persaudaraan Yahudi. Di perguruan tinggi, ia dikenal sebagai pembaca baris dari puisi epik seperti The Iliad.

Di sebuah pesta persaudaraan pada saat tahun kedua, Zuckerberg bertemu Priscilla Chan, yang kemudian menjadi kekasihnya. Pada bulan September 2010, Chan, sekarang seorang mahasiswa kedokteran, pindah ke rumah sewa Zuckerberg di Palo Alto. Pada bulan September 2010, Zuckerberg belajar bahasa Mandarin untuk persiapan kunjungan pasangan itu yang dijadwalkan ke Cina dan untuk membantu dalam pendirian operasi perusahaan di China.

Pada tahun 2010, Stephen Levy, yang menulis buku pada tahun 1984 dengan judul: Hackers: Heroes of the Computer Revolution, menulis bahwa Zuckerberg "Jelas menganggap dirinya sebagai seorang hacker." Zuckerberg mengatakan bahwa "tidak apa-apa mendobrak sesuatu untuk membuatnya lebih baik.” Facebook mengadakan "hackathons" yang diselenggarakan setiap enam sampai delapan minggu di mana para peserta akan memiliki satu malam untuk memahami dan menyelesaikan sebuah proyek. Perusahaan ini menyediakan musik, makanan, dan bir di hackathons, dan banyak staf Facebook, termasuk Zuckerberg, secara teratur menghadirinya. "Idenya adalah bahwa Anda dapat membangun sesuatu yang sangat baik dalam satu malam," kata Zuckerberg kepada Levy. "Dan itulah bagian dari kepribadian dari Facebook sekarang ... Ini menjadi inti pada kepribadian saya."

Pada halaman Facebook Zuckerberg, ia menulis ketertarikan pribadinya adalah "keterbukaan, membuat hal-hal yang membantu orang terhubung dan berbagi apa yang penting bagi mereka, revolusi, arus informasi, dan minimalis." Majalah Vanity Fair, pada tahun 2010, menobatkan Zuckerberg menjadi nomor 1 dari daftar “100 Peringkat Orang Paling Berpengaruh di Era Informasi." Zuckerberg menduduki peringkat 23 pada daftar Vanity Fair 100 pada tahun 2009. Tahun 2010, Zuckerberg dipilih sebagai nomor 16 dalam survei tahunan New Statesman's dari 50 tokoh dunia paling berpengaruh.

Zuckerberg paling baik melihat warna biru karena buta warna merah-hijau; biru juga menjadi warna dominan di Facebook.

Forbes mencatatnya sebagai milyarder termuda, atas usaha sendiri dan bukan karena warisan, yang pernah tercatat dalam sejarah. Kekayaannya ditaksir sekitar enam koma sembilan miliar dolar Amerika.[3]

Rabu, 19 Januari 2011

Cara Berpakaian Turis AS Terburuk di Dunia

Siapa sangka, cara berpakaian turis Amerika Serikat ternyata paling buruk di dunia. Itu mengejutkan mengingat mode AS memberi pengaruh pada cara berpakaian di dunia.

Seorang penulis perjalanan menyatakan itu setelah mensurvei 3.400 partisipan dari 99 negara. Penulis tersebut meminta para partisipan mengungkapkan cara berpakaian turis di dunia. Sebanyak 41,9 persen partisipan menyebutkan cara berpakaian turis asal Negeri Paman Sam lah yang terburuk.

Partisipan mengaku kerap melihat turis asal AS mengenakan piyama atau celana hangat saat di bandara. Mungkin, ujar partisipan, itu membuat turis merasa nyaman selama penerbangan.

Begitu tiba di tempat yang dikunjungi, turis-turis itu mengenakan celana pendek yang tidak pas, kaus kaki dengan sandal, atau t-shirt yang seragam dengan anggota keluarga lainnya. Tak ketinggalan, tas pinggang setia menemani acara jalan-jalan.

Bukan hanya itu, kebanyakan turis dari Negeri Adidaya itu kerap memakai kemeja Hawai. Tongkat peta terjepit di tangan. Kamera menggantung di leher. Partisipan menilai penampilan itu kuno.

Setelah AS, partisipan pun menyebutkan sejumlah negara yang menempati urutan turis berpakaian buruk. Negara-negara itu yakni: Jerman (13,8 persen), Inggris (8,8 persen), Cina (5,7 persen), Jepang (4,9 persen), Rusia (3,8 persen), dan Australia (1,6 persen)

Pantang menyerah

Aku hanya ingin sharing di Situs ini, beberapa waktu yang lalu aku mengalami pengalaman buruk yang menurutku sangat membuatku Down, baik dari segi belajar, bekerja maupuh ibadah,
Aku sangat tertekan saat itu,
namun Aku sadar semua itu tidak akan membuatku bisa bekembang.
Dari beberapa sumber menyatakan, Kritik ibaratkan kue kegemaran kita, semakin banyak kritik yang masuk, maka semakin banyak pula konsumsi kue kita.
Mulanya saya sangat benci dengan banyaknya orang yang mengkritik Usaha saya,
Saya fikir, mereka bisanya hanya mengkritik, apalagi kritikan tanpa solusi.
Tetapi saya kemudian merubah pandangan saya terhadap mereka,
Saya jadi semakin suka dikritik, dan berawal dari kritikan itulah saya akhirnya bisa membuat semua hal disekitar saya menjadi berguna.
Semoga saja saya akan selalu menajaga Tekad saya untuk tidak merasa down lgi, saat ktitikan datang lagi.

Sabtu, 15 Januari 2011

Hobiku Duniaku

Aku suka dunia tulis menulis sejak duduk di bangku kelas 3 SMP, waktu itu aku yang sehari-hari sebelumnya selalu menulis semua unek-unekku di buku harian, setelah beberapa bulan aku coba baca lagi, ternyata menarik, gak tau kenapa, sangking senengnya sama menulis, aku selalu menulis semua kegiatan temen-temen aku di buku tulis, biasanya dihalaman tengah, supaya gampang dirobek.
setiap ada pelajaran yang menjenuhkan, aku lagi-lagi menceritakan aneka kegiatan temen aku, mulai dari yang cinlok gara-gara masang jadwal kelas. kemudian satu cowok direbutin 6 sampai 7 cewek, dengan kelas yang berbeda, trus cerita guru yang dipecat gara-gara kasar sama muridnya, sampai menyebabakna kebutaan, yang pada waktu itu menjadi topik menarik di sekolahku.
Gak tau kenapa pada suatu hari ada temen yang jahil, niatnya dia mau nyontek PR aku, dia bongkar tas aku, yang waktu itu aku lagi keperpustakaan, kebiasaan dia emang kaya gitu, suka maling PR orang trus disalin tanpa sepengetahuan Pemiliknya, Walhasil ada temen aku yang mergokin dia, dianya jadi salah tingkah, mungkin bingung mau ngapain, dia bawa aza buku yang udah berhasil di pegang, Nah... disini aku merasa lega, pas temen aku cerita ternyata PR aku masih aman, bukunya masih ada didalam tas.
Beberapa hari kemudian dia nyamperin aku, sambil menyodorkan sebuah buku, sepertinya aku kenal.
Dan benar sekali ternyata itu buku Tulis yang sengaja aku bikin jadi buku cepern, di dalemnya ada sebuah cerpen yang belum selesai aku kerjain, emang beberapa hari ini aku gak nyentuh buku itu, aku juga gak berniat ngelanjutin cerita itu, tapi pas dia komentar.
"Nih buku kamu ku balikkin, sorry ya, kemaren kebawa waktu aku bongkar tas kamu"
"Hah... Kalo udah tau ini buku aku kenapa baru dibalikin sekarang?" Dianya aku bentak, langsung ku rebut aza tu buku dari tangannya.
"Yaaa...... Aku lagi baca isinya, itu, cerpen kamu, Ceritanya asyik lo,,,, Kenapa gak dilanjutin? Aku jadi penasaran"
"Maksud kamu, cerpen ini, kamu baca cerpen ini?"
"Iya, emnag kenapa?"
"Ya ampun, itu kan cuma iseng-isengan doank, ngapain dibaca sih, aku tu malu tau!"
"Yie... napa musti malu sih... Cerpen kmu tu keren lagi, lanjutin gih, aku penasaran loh..."
"iy y dech... ntar"
Sejak saat itu aku jadi semangat lagi buat ngelanjutin sepenggal cerpen itu...
Sampai sekarang berlanjut ke hobi nulis Novel....
Aku mencoba menekuninya sampai aku duduk di bangku Universitas.

Jumat, 14 Januari 2011

Kualitas Pengajar yang kurang Profesional

Jam 07.30 seharusnya Para mahasiswa udah harus berada dikelas untuk menerima materi kuliah hari ini, tapi nyatanya sampe jam 08 kurang 10 menit belum juga mereka masuk kelas, baru akhirnya pukul 08 kurang 2 menit mahasiswa mulai masuk kelas. Kemudian disusul dosen yang dengan santainya ikut masuk ke kelas. Beginikah Kulaits pendidikan Di Kotim, bagaimana mau dilirik oleh luar daerah kalo sistemnya aja tidak dirubah menjadi lebih baik.
Dari sisi dosen, pertama Dosen sudah membuang waktu secara cuma-cuma dengan keterlambatan dia masuk kelas, melihat kondisi ini, seharusnya mahasiswa harus kreatif, ku akui aku juga mungkin termasuk mahasiswa yang menunggu, tapi aku sadar aku salah, seharusnya mahasiswa bisa memanfaatkan waktu yang terbuang itu dengan Belajar sendiri, entah keperpustakaan, diskusi bareng temen-temen entah sekedar membahas materi kemaren atau hal lainnya.
Gambaran tadi sudah menunjukan kalau Kualitas di Universitas ini rendah, Kedua setelah Dosen masuk kelas, Oke mungkin kangsung belajar, tapi cara penyampaian yang kurang efektif membaut sebagian Mahasiswa lebih memilih Bermain facebook, smsan, atau main kartu, Itu semua disebabkan oleh Kualitas pengajar yang menggunakan sistem Textbook. Dosen samasekali tidak mengajak Mahasiswa untuk Aktif, bahkan dosen tidak perduli dengan apa yang dilakukan Mahasiswa dibelakang sana.
Aku heran dengan situasi ini, apa memang seperti inikah Sistem perkuliahan di Daerah ini.
Mungkin aku akan sangat berdosa sekali jika aku menyalahkan Semua ini, tapi tidak adakah sistem perkuliahan yang lebih Profesional?
Aku ingin sekali Universitas ini menjadi Universitas yang bisa membanggakan masyarakatnya, bukan hanya Menunjukan bahwa saya Dosen, saya Mahasiswa, tapi pada kenyataannya ilmu mereka jauh sekali dengan gelarnya.
Kalau aku boleh bilang pantas saja daerah lain mencemooh Universitas ini, mereka bilang, gelarnya saja yang tingginya Melebihi segalanya, padahal dibalik itu kualitas mereka tidak dapat menjamin keberhasilan.
Apakah ada campur tangan pemerintah mengenai hal ini?
Entahlah,
Kapan pula Universitas ini Akan diminati oleh Daerah lain, minimal dilirik kelebihannya, bukan dilirik karena menjadi salah satu Universitas terbesar di daerah ini.

Kamis, 13 Januari 2011

Pembangunan Pendidikan yang sangat Ironis

Saya Lilis Suriani, Saya Seorang Mahasiswa Universitas Darwan Ali Yayasan Wijaya Kesuma Jurusan Fakultas Ilmu Komputer. Saya mencoba menulis artikel ini dengan berdasarkan fenomena-fenomena yang terjadi di sekeliling kita, yang saya lebih prioritaskan tentunya masalah pembangunan Pendidikan di Kabupaten Kotim. Saya tidak tau dan tidak mengerti sebenarnya apa yang sedang difikirkan Pemerintah Daerah menanggapi Pendidikan, Karena saya hanya Mahasisswa biasa yang tidak mempunyai hak apa2 untuk mengatur kinerja pemerintah daerah, tapi melalui situs pribadi ini saya ingin sampaikan sebagai jeritan seorang Rakyat kecil melihat situasi pendidikan di Dearah Saya.
Seringkali saat saya pulang dari mengikuti materi kuliah, saya menemukan beberapa anak jalanan yang dengan riangnya sedang menjual koran, dengan bermodal tampang memelas dan pakaian yang lusuh, mereka menemui para pengendara yang kebetulan melintas dan berhenti di Traffic Light. Dengan suara nyaring Mereke meneriakkan "Koran... Korann.." Saya sangat miris melihat kondisi ini, mereka tanpa merasa lelah apalagi mengeluh, karena mengeluhpun mungkin tak akan ada yang mendengarkan, dengan keringat menetes disetiap barisan urat pipinya, beberapa pengendara enggan membeli koran-koran itu, bahkan ada juga yang enggan menoleh ketubuh anak-anak itu. pada suatu kali ketika saya sedang mengkuti Bhakti Sosial Dalam rangka penanggulangan Bencana Alam beberapa waktu lalu, saya sempat bertanya pada salah seorang anak gadis yang sedang serius menyodorkan koran kepengendara sepeda motor. "Kalian nggak sekolah ya?" Karena kebetulan saat itu adalah waktunya anak-anak seumuran mereka duduk dibangku sekolah dan mendengarkan materi yang diberikan, namun tidak denga mereka,"Nggak kak" Jawab mereka tanpa malu.
"Kenapa nggak Sekolah?" Sekedar ingin tau kemudian saya tanya lagi alasannya.
"Gak ada biaya" Ia menjawab lagi dengan singkat.
"Memangnya kamu seharusnya kelas berapa?"
"Udah Lulus SD, tapi karena Bapak sama Ibu saya gak punya uang, ya saya gak melanjutkan lagi"Jawabnya dengan gaya tetap menjajakan korannya, ia terlihat sangat cuek. Di depannya sebuah Mobil warna hitam, kemudian menjulurkan selembar uang 5 ribuan, dan kemudian menerima koran tadi.
"Kamu setiap hari ya kesini?"
"Iya,"
"Kepengen sekolah nggak?"
"Penge banget"
"Pernah minta sama orang tua nggak kalo kamu pengen sekolah"
"Sering, tapi ya, mau gimana lagi"
Aku berfikir, bagaimana kalau aku mempunyai nasib yang sama seperti anak ini?
Sejenak Aku lupa kalo aku sedang ikut Bhakti Sosial, kalau saja tidak ada salah satu teman yang Menyeru.
Sebenarnya saya masih ingin bertanya jauh lebih banyak lagi dengan anak itu, saya tau, pasti perasaannya sangat sedih,
Apa yang baru saja saya ilustrasikan tentu membuat kita tersentuh, betapa tidak, didaerah saya, banyak sekali sekolah-sekolah yang dengan bangganya menggembar-gemborkan kesuksesan sebuah sekolah dalam mencapai standar Sekolah bermutu Internasional. pemerintah dibuat Tertidur dengan berita-berita itu, baik sekali sekiranya beberapa sekolah mendapatkan penghargaan seperti itu, namun alangkah lebih baik lagi jika dalam masa pencapaian prestasi itu mereka melibatkan dan memasukan beberapa anak-anak tidak mampu untuk ikut merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan.
Seharusnya Pemerintah bisa kritis menanggapi hal ini, tidak mungkin pemerintah tidak melihat fenomena-fenomena yang seperti ini.
Karena pada dasarnya berawal dari anak-anak itulah pemerintah bisa meningkatkan kemajuan Pendidikan yang dengan sendirinya nanti mereka pasti akan berkembang untuk memajukan pembangunan dibidang lainnya.
Inilah yang seharusnya di kritisi dan mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah Daerah maupun Provinsi. Prestasi yang begitu dibanggakan disetiap sekolah pada dasarnya tidak akan berpengaruh pada rakyat kecil, karena nantinya mereka yang sudah berhasil akan melanjutkan lagi kedaerah yang lebih berkembang.
lalu bagaimana nasib pendidikan anak-anak asli daerah kita sendiri?
Pada saat beberapa sekolah sedang berpesta menikmati keberhasilan pencapaian mereka, disisi lain masih banyak anak-anak yang kurang mendapat perhatian, tidak ada salahnya jika beberapa sekolah tersebut kemudian menampung anak-anak terlantar untuk ikut mengecap bangku pendidikan.
Kapan kondisi anak-anak indonesia yang kekurangan Pendidikan dan Ilmu yang seharusnya mereka dapatkan akan berakhir, kemana janji pemerintah yang katanya akan memelihara fakir miskin dan anak2 terlantar?
Semua itu sepertinya hanya akan menjadi sebuah harapan hampa yang akan terus membayangi hidup kinerja pemerintah dengan semua janji-janjinya.
Terkecuali mereka membuat suatu perubahan, perubahan yang dimulai dari hal terkecil seperti membiayai Pendidikan Anak-anak terlantar, karena sesungguhnya merekalah aset Negara kita yang nantinya akan berperan dalam pembangunan Negara.