Selasa, 15 November 2011

Karir Vs Keluarga - Sebuah Dilema


Penulis : Ir. Bambang Syumanjaya, MM, MBA, CBA

Karir atau keluarga, manakah yang harus diutamakan? Hal ini seringkali menyebabkan dilema dalam diri seseorang. Tentunya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, kita harus memprioritaskan karir kita, namun seringkali ketika hal tersebut kita lakukan muncul banyak masalah dalam keluarga karena kurangnya waktu yang kita luangkan untuk mengurusi keluarga. Sementara jika kita memfokuskan diri pada urusan keluarga, tentunya kita juga tidak terhindar dari pemenuhan kebutuhan keluarga yang membutuhkan finansial yang cukup yang dapat diperoleh melalui bekerja.
Bagaimana cara menyeimbangkan kedua hal tersebut karena setiap orang tentunya menginginkan karir yang mantap dan keluarga yang bahagia, hal inilah yang akan kita bahas dalam artikel kali ini.

Pulang Hanya Untuk Pergi, Pergi Hanya Untuk Kembali


Penulis : Prie GS - Budayawan dan penulis SKETSA INDONESIA

Pak Harto mangkat dan bendera setengah tiang dikibarkan di sekujur Indonesia, termasuk di kampnmg saya. Kematian tokoh ini memberi banyak pekerjaan rumah tidak cuma bagi Indonesia, tetapi juga bagi kedisiplinan di rumah saya. Betapa berantakan keadaannya karena bendera itu baru saya temukan setelah seluruh almari saya obrak-abrik sedemikian rupa. Betapa buruk perhatian saya pada negara, jika perhatian kepada bendera menjadi salah satu indikatornya.

Ketika bendera itu sudah ketemu, saya baru ingat, bahwa tiangnya yang ganti tidak ada. Yang ada cuma kotak beton tancapannya. Kotak ini pun baru saya temukan belakangn karena baik tiang maupun kotaknya sama-sama mudah di lepas dan dipindah. Jadi entah oleh keisengan siapa barang ini pernah lenyap dari rumah dan saya butuh keliling kampung untuk kembali menemukannya.


Rahasia Besar Tentang Syukur

Penulis : Ippho Santosa - Marketer, Producer dan Penuli
Syukur, inilah satu jenis perasaan yang jarang bermukim permanen di hati kita. Bahkan, kerap kita lupa dan alpa. Istilah saya, kadarkum. Kadang sadar, kadang kumat. Nah, sidang pembaca sekalian, mulai sekarang, ketahuilah bahwa sebenarnya Anda adalah orang yang sangat beruntung, baik dalam bisnis maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dan itu amat layak untuk Anda syukuri. Hm, tidak percaya? Silakan simak alinea berikutnya.

Jika Anda mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup badan, atap di atas kepala, dan tempat untuk tidur, maka Anda lebih kaya daripada 75 persen penduduk dunia! Jika Anda mempunyai tabungan di bank dan uang receh di dompet, maka Anda lebih kaya daripada 92 persen penduduk dunia!

Jika Anda tidak pernah mengalami kesengsaraan karena perang, penjara, penyiksaan, atau kelaparan, maka Anda lebih beruntung daripada 700 juta orang di dunia! Jika Anda dapat menghadiri tempat ibadah atau pertemuan religius tanpa rasa takut akan penyerangan, penangkapan, atau kematian, maka Anda lebih beruntung daripada 3 milyar orang di dunia! Dan jika Anda dapat membaca tulisan saya, maka Anda lebih beruntung daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang tidak dapat membaca sama sekali!


Cerdas Dalam Pengambilan Keputusan

Penulis : Tim AndrieWongso

Sekelompok anak kecil sedang bermain di dekat dua jalur kereta api. Jalur yang pertama adalah jalur aktif (masih sering dilewati KA), sementara jalur kedua sudah tidak aktif. Hanya seorang anak yang bermain di jalur yang tidak aktif (tidak pernah lagi dilewati KA), sementara lainnya bermain di jalur KA yang masih aktif.
Tiba-tiba terlihat ada kereta api yang mendekat dengan kecepatan tinggi!
Kebetulan Anda berada di depan panel persimpangan yang mengatur arah KA tersebut. Apakah Anda akan memindahkan arah KA tersebut ke jalur yang sudah tidak aktif dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang sedang bermain? Namun hal ini berarti Anda mengorbankan seorang anak yang sedang bermain di jalur KA yang tidak aktif. Atau Anda akan membiarkan kereta tersebut tetap berada di jalur yang seharusnya?
Mari berhenti sejenak dan berpikir keputusan apa yang sebaiknya kita ambil...
........

Mari Ber-action


Penulis : Andrie Wongso

Menunggu memang terkadang perlu. Tetapi terlalu lama menunggu datangnya kesempatan terbaik hanya akan membuat kita buang-buang waktu. Bahkan sangat mungkin jika kelamaan menanti, kesempatan terbaik justru akan hilang.

Ada kata-kata Bruce Lee yang menurut saya sangat menarik dan saya tulis di buku saya, Bruce Lee, 40 Spirit of Success. "If you spend too much time thinking about a thing, you'll never get it done". Jika terlalu lama memikirkan suatu ide, kita tak akan pernah menjalankan ide tersebut.

Memang sering kali kita tergoda untuk memikirkan matang-matang ide yang dianggap bagus. Kita khawatir, tanpa memikirkannya dengan baik hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ini juga cara yang baik. Yang harus dijaga adalah agar momentumnya tidak sampai hilang. Karena itu, cepat melakukan action sering kali lebih baik. Soal kesalahan-kesalahan yang mungkin ditemui bisa diperbaiki selama proses berlangsung. Orang-orang yang sukses adalah mereka yang berani mencoba, bukan yang setia menunggu.

Rabu, 09 November 2011

Tersakiti, terluka, tertekan, teraniaya!

Aku, yang saat ini sedang dalam duka, duka hati, duka jiwa, duka dalam kisah yang tak sempurna, bermula ketika mulutnya mengucap kata cinta, kata sayang, dengan janjinya yang tak akan ada wanita yang mampu menebak isi hatinya.
Kali ini, aku yang telah mampu terima ungkapan cintanya, telah bisa dapatkan apa yang ia berikan, cinta, dan lagi, cinta pula yang membuat semua rasa ini begitu sulit ku terima.
Entah mengapa, alasan itu seolah membuat hatiku ragu, tak percaya dengan yang telah ia ucapkan, aku benar2 terluka, dengan sikapnya yang begitu dingin padaku, ia sangat beku menurutku, bahkan lebih beku dari salju, ia tak pernah tau perasaan ini, betapa aku menyayanginya, aku tak kan bisa kehilangannya, aku heran kenapa aku bisa seperti ini, awalnya aku tak pernah tau cintanya, tak pernah tau apa yang ia pendam selama bertahun-tahun itu ternyata cinta, karna kami hanya berteman saja.

Jumat, 04 November 2011

CERPEN : Rintihan Suara Hati Ifthi

Semua aku lakukan untuk Ayahku, bahkan mati pun aku rela. Karna aku sadar tanpanya aku bukan siapa-siapa di dunia ini. Bangga ini darinya, sakit ini pun darinya. Tak bisa aku berkata jangan untuk sesuatu hal yang tak aku suka untuknya. Sedemikian sayangnya aku pada Ayahku sehingga hidupku ini akan aku persembahkan hanya untuk Ayah.
Ayah pernah bilang diriku adalah hartanya yang paling berharga, tanpaku Ayah tak akan bisa hidup dan lebih baik mati, setidaknya itu yang aku dengar dari mulutnya sendiri. Dari semua sikap Ayah yang membuatku bangga membuat Aku ingin selalu dekat dengannya, hal ini membuat aku mulai lupa dengan sosok ibu dalam hidupku, dan lebih dekat dengan Ayah.
Tapi itu dulu. Sekarang sikap Ayah padaku jauh berbeda dengan Ayah yang ku kenal dulu. Ambisinya membentukku menjadi pribadi yang sempurna tak ayal membuatku ingin melawan. Semua yang dilakukan Ayah sungguh jauh berbeda dengan yang dilakukannya sekarang. Dan aku mulai merasa dia bukan Ayahku.
Masa remaja aku habiskan untuk membahagiakan Ayah dengan selalu menuruti semua petua dan nasehat-nasehatnya. Aku dididik dengan keras dan menyiksa batin. Walau sakit aku akan tetap terus bertahan karna aku sayang Ayahku.

Cinta, Kerumitan yang Sederhana

rose.jpg
aku tidak mencintaimu,
tetapi mencintai diriku sendiri
di dalam dirimu” — syair arab klasik.

cinta sudah memberi energi yg tak habis-habisnya kepada manusia, untuk selalu bicara tentangnya… sedemikian luasnya, sehingga tidak saja ia dikaji dengan pendekatan psikologis (bidang ilmu yang semestinya paling “berwenang” membahas itu), tetapi juga sastra, agama, sosial, metafisika, bahkan biologi dan kimia. misalnya, mencari tahu, apa sih yang terjadi pada tubuh seseorang ketika ia diserbu cinta, atau reaksi kimia macam apa yang terjadi di otak si “korban” cinta…
deskripsi “mencintai” sering dibuat sedemikian perfect-nya, malah cenderung utopis, dan biasanya ditemukan dalam syair-syair para pujangga. tetapi deskripsi seperti itu tetap saja perlu, paling tidak untuk mengingatkan kita, bahwa mencintai bukanlah perkara mudah, meskipun bukan pekerjaan mustahil.
menurut banyak orang, mencintai sepenuh hati itu tak sulit, bahkan kadang hati kita bukan lagi penuh, tetapi meluap. yang sulit adalah, untuk tetap mencintai sepenuh hati… waktu adalah tantangan terbesar bagi cinta, karena tubuh, sifat, persoalan hidup, pengetahuan, bahkan dunia, semuanya berubah…. apakah bisa mencintainya dengan totalitas yang sama, baik ketika dia masih cantik dan mulus maupun saat sudah tua, mengerut, dan berbau?

Mengenal diri sendiri …

Kunci proses pengembangan diri adalah mengenal diri sendiri. Ini tidak hanya berlaku bagi keberhasilan di bidang karier, melainkan juga di berbagai bidang kehidupan lainnya, termasuk keluarga, sosial masyarakat, dan spiritual. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang mengetahui apa yang mesti jadi tujuan hidupnya. Ia menyadari kemampuan dan bakat-bakatnya serta tahu bagaimana menggunakannya demi mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian ia lebih mampu menemukan makna dan kepenuhan dari hidupnya.

Jawablah dengan jujur, apakah anda benar-benar mengenal diri anda sendiri?
Ada banyak metode mengenal diri. Salah satunya adalah dengan mengisi kuisioner. Apa pun bentuk metode yang dipilih, tuntutan dasarnya adalah seseorang harus jujur pada dirinya sendiri. Ambil contoh ringan, banyak orang tidak jujur saat mengisi kuisioner mengenai dirinya, terlebih lagi bila hasil kuisioner tersebut dinilai oleh pihak lain. Mereka mengira dengan menulis jawaban yang ideal, mereka akan mendapatkan hasil penilaian yang baik, padahal mereka sedang membohongi diri mereka sendiri, yang justru mengagalkan proses pengembangan diri. Penyebab utamanya adalah karena banyak orang bersikap untuk memenuhi harapan orang lain. Ketidakjujuran dan ketidakmampuan untuk bersikap apa adanya membuat mereka tidak menjadi diri mereka sendiri.

Berbuat Baik

Beberapa waktu lalu saya membaca hasil penelitian menarik yang dipublikasikan oleh Sciencedaily. Penelitian itu mencoba menelusuri motivasi seseorang saat akan menjadi tenaga sukarelawan. Dari hasil penelitian terungkap bahwa seseorang bersedia membantu orang lain karena alasan azas saling membantu, membantu orang lain adalah aktivitas terbaik yang bisa dilakukan, menolong juga bisa membuat perasaan seseorang jadi lebih baik.

Lalu apa manfaat dari kebiasaan membantu orang lain itu? Ternyata menolong orang lain secara fisik bisa membuat seseorang lebih sehat. Menurut penelitian itu, orang yang suka bekerja menjadi tenaga sukarelawan memiliki umur lebih panjang dibanding orang sebaliknya.

Selain dari itu, ternyata responden yang diteliti tak menyadari manfaatnya saat melakukannya. Mereka berbuat baik semata-mata karena keterpanggilan jiwa dan tulus demi membantu orang lain. Saya berpikir, jangan-jangan ketulusan ini yang jadi kuncinya.

Sahabat yang Luar Biasa!

Tadi pagi di Radio Sonora saya pun membawakan tema serupa untuk talkshow rutin setiap Senin pagi, yakni: "Imbalan Perbuatan Baik".

Saya tak bercerita tentang apa saja imbalan yang bisa didapat. Tetapi cepat atau lambat, perbuatan baik selalu mendatangkan kebaikan pula bagi yang melakukannya. Salah satu contohnya diilustrasikan pada cerita motivasi yang tadi pagi saya bawakan pada talkshow "AW Success, Wisdom & Motivation".

Mulai dengan Memimpin Diri Sendiri

Berita yang mendominasi media massa kita hari-hari ini adalah reshuffle kabinet yang akan diumumkan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam waktu dekat. Hingga Senin pagi, berita mengenai siapa yang akan digeser dan siapa yang akan memperoleh jabatan baru di kabinet masih menjadi teka-teki karena penunjukan sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden. Jadi meski sejumlah calon menteri baru dan wakilnya sudah dipanggil ke Cikeas, dan media massa memberitakannya secara terbuka, semua pihak harus menunggu keputusan Presiden apakah mereka benar-benar akan menjadi menteri atau wakil menteri.

Buat saya siapa pun yang terpilih, dari mana pun partainya, tidak masalah. Yang penting yang bersangkutan memang orang yang pas, kredibel, memiliki kapabilitas untuk menduduki posisi itu, dan memecahkan persoalan yang selama ini ada.

Rabu, 02 November 2011

When You Do Not Give Up, You Can Not Fail

Penulis : Rosita

Derek Redmond (atlet Inggris kelahiran tahun 1965) mengikuti lomba lari cepat 400 meter di Olimpiade Barcelona, 1992. Lomba pun di mulai dan semua peserta termasuk Derek, berlari dan berusaha untuk mencapai posisi pertama. Tetapi, di saat menempuh jarak 150 meter, Derek tiba-tiba merasakan sakit pada kakinya, ia merasa kakinya seperti terbakar. Ia terjatuh dan lututnya terluka. Ia terdiam di tempat, sedangkan peserta lainnya sudah jauh meninggalkannya.

Tidak ingin menyerah, dan bertekad untuk menyelesaikan perlombaan tersebut, ia bangkit dan melanjutkan lombanya. Dengan langkah yang tidak sempurna, dan menahan sakitnya, ia terus berusaha untuk melanjutkan lomba itu. Tiba-tiba, seorang pria memasuki area lomba dengan menerobos petugas keamanan dan lari mendekati Derek. Pria tersebut mendekati dan merangkul Derek. Lalu Derek menangis dan memeluk pria tersebut, yang ternyata adalah ayahnya.

Review LIVE Talkshow Jaringan Sonora



Berhenti sejenak untuk sekadar istirahat dari rutinitas tak akan membuang waktu. Mungkin malah itu penting sebagai jeda di dalam kehidupan. Ibarat tulisan, kalimat panjang tanpa koma akan membuat si pembaca kehabisan napas. Karena itu "tanda koma" amat penting, bukan semata-mata memberi kesempatan untuk menarik napas, tetapi memberi makna pada kalimat keseluruhan sehingga tidak salah paham dengan maksudnya.

Begitupun dalam kehidupan. Merenung sejenak akan memberikan manfaat besar.Mungkin cuma beberapa menit. Tetapi waktu itu amat berguna untuk mengevaluasi ringkas langkah yang sudah dilakukan, bisa pula digunakan untuk memperbaiki arah seandainya melenceng dari maksud semula, atau menemukan ide baru dengan menengok sesuatu di luar rutinitas kita.

Seorang pedagang yang biasa berjualan dari subuh hingga malam, bisa menyisihkan waktu untuk melihat pameran dagang di hari Sabtu atau Minggu. Itu juga "Berhenti Sejenak". Siapa tahu di sana menemukan ide untuk mengembangkan usaha yang tak terpikirkan sebelumnya. Bisa juga pergi ke toko buku untuk mencari buku yang relevan dengan bidang usahanya. Dengan membacanya, mungkin kita akan menemukan pembelajaran sehingga usaha kita lebih optimal.

Selasa, 01 November 2011

Hti pnuh Misteri

Mungkin aq salah, tp mungkin aq yg bnar, dlm hal ini aq hnya ingin dmngerti, bnar2 ingin dphami, bkan hal lain yg mungkin tlah mmbuatx mrasa lelah brusha,,,
aq tw smua yg q rsa ini adlh suatu kewjaran, dia tk prnah mw brusaha mngrti aq, dia tk prnh pham k'inginanq,,,
dia bilang dia sudh brusha, tp entah knpa smua yg ia prbuat hnya sia-sia, aku memang hrus lebih brsbar mngrti dia, hrs bsa lbih tegar mnghadpi sikap'x.. tp aku wnita, aku juga ingin mrsa dmngrti, ingin dphami, stidk'x aq cuma btuh prhatian dan wktunya sza, tdak lbih, apa itu sulit?? aq heran, bnar2 tk hbis fkir, knpa ia sprti itu, aq smpat berptus asa, ap yg hrus aku lkukan, dia trkesan lbih keras dri btu, lbih dgin dri sebongkah salju,,,
ini benar ungkpn htiku, hti yg hmpir tk prnah dibuat'x trsnyum, hti yg slalu trtekan, hti yg slalu mnunggu dan brhrap ia dpt sprti ap yg q hrapkn slma inie, aku blum prnh mrsa ap itu cinta, ap itu syang, sprti yg ia ungkapkn, enth dri hti atau hnya dmulut sja, sbgaian org mnytakan dia adlh mlaikt, dia baik, dia sopan, dia sgat bsa mngmbil hti org lain, tp dlm urusn hti dia sma skali tk bsa jd yg trbaik, ini tntngan dlm hdupku, untuk mnjdikan'x trbaik dlam mslh hti, mnjadikann'x mlaikt dlm urusan prasaan, mngrti wnita, mmahami wnita dan mmbuat'x mnjdi sgat smpurna, stidk'x dlm pndgnq,,