Beberapa artikel yang saya baca hari ini membuat saya terus berfikir apakah saya sudah menjadi orang pandai memanfaatkan waktu, memanfaatkan peluang kretivitas, memanfaatkan kecendrungan hal positif disekitar, dan saya tidak tau saya berada dimana, saya benar-benar sedang berjalan mencari arah dan tujuan walaupun semua tujuan itu belum bisa saya temukan, saya terkadang sibuk dengan urusan kuliah, tugas yang menumpuk dari semua mata kuliah, kemudian tugas besar di akhir semester yang sedang menuggu, karena sampai sekarang tugas itu belum disentuh juga, saya bahkan sangat malas untuk memulainya, dan terkadang saya malu dengan semua motivasi-motivasi yang saya baca bahwa saya tak pandai memulai sesuatu, saya sadar akan kelemahan saya, tidak pandai memanfaatkan waktu, saya sudah berusaha, entah dimana lagi letak kesalahan itu, saya ingin sekali mengikuti gerak-gerik para motivator yang setiap hari saya baca artikela mereka, setiap hari saya share untuk blog saya dan berbagi dengan yang lain, dan walhasil orang yang mendapat motivator itu malah bisa merubah dirinya menjadi lebih baik lagi, tapi saya tidak, saya tetap pada pendirian saya, sulit sekali tuk ikuti jalan fikir mereka, berubahlah menjadi yang lebih baik lagi, mengerti denga posisi yang sedang saya pegang,
Anda dilahirkan dengan potensi . Anda lahir dengan kebaikan dan kepercayaan . Anda lahir dengan cita-cita dan impian . Anda dilahirkan dengan kebesaran . Anda dilahirkan dengan sayap . Anda tidak dimaksudkan untuk merangkak. Anda punya sayap . Belajarlah untuk menggunakannya dan terbang.
Senin, 05 Desember 2011
The Raid - Film Indonesia yang Mengguncang Dunia
Penulis : Tim AndrieWongso
Menempatkan film Indonesia menjadi tuan rumah di negeri
sendiri tidak gampang. Upaya ini sudah beruntun dilakukan dengan
sejumlah kebijakan. Terakhir dengan pengenaan pajak impor yang dirasa
cukup tinggi untuk praktisi importir film sehingga mengundang protes.
Namun upaya itu belum juga berhasil karena meski jumlah film impor
berkurang, penonton bioskop tak juga beralih memilih film Indonesia
sebagai hiburan utamanya.
Konon masalahnya karena film-film lokal masih dianggap belum bisa
bersaing kualitasnya dengan film impor sekelas film Hollywwod. Oleh
karena itu mendengar film The Raid (Serbuan Maut)
mendapat sambutan luar biasa di Hollywood (AS), Kanada, dan
negara-negara lainnya, ibarat setetes air penghilang dahaga. Sekaligus
ini memberi gambaran bahwa sebenarnya film Indonesia jika digarap intens
bisa "menjual" di pasar dunia. Tentu saja pada akhirnya ikut
mengharumkan nama Indonesia di percaturan dunia seni internasional.
Langganan:
Komentar (Atom)