Aku, yang saat ini sedang dalam duka, duka hati, duka jiwa, duka dalam kisah yang tak sempurna, bermula ketika mulutnya mengucap kata cinta, kata sayang, dengan janjinya yang tak akan ada wanita yang mampu menebak isi hatinya.
Kali ini, aku yang telah mampu terima ungkapan cintanya, telah bisa dapatkan apa yang ia berikan, cinta, dan lagi, cinta pula yang membuat semua rasa ini begitu sulit ku terima.
Entah mengapa, alasan itu seolah membuat hatiku ragu, tak percaya dengan yang telah ia ucapkan, aku benar2 terluka, dengan sikapnya yang begitu dingin padaku, ia sangat beku menurutku, bahkan lebih beku dari salju, ia tak pernah tau perasaan ini, betapa aku menyayanginya, aku tak kan bisa kehilangannya, aku heran kenapa aku bisa seperti ini, awalnya aku tak pernah tau cintanya, tak pernah tau apa yang ia pendam selama bertahun-tahun itu ternyata cinta, karna kami hanya berteman saja.
Sekarang, sulit bagiku tuk pahami hatinya, aku sangat-sangat terluka, perih, sedih, ia datang dan pergi sesuka hati, meninggalkan cinta yang baru bersemi dan baru saja tumbuh karna telah ia tanamkan benih cinta sebelumnya. Ia kejam, ia tak menghiraukan Rasaku, rasa yang benar-benar ada untuknya, rasa yang selama ini sanggup membuatku meneteskan air mata, hampir setiap aku akan memejamkan mata. Kenapa, kenapa harus seperti ini, aku sudah coba cari tau apa yang membuatnya beurbah seperti itu, pernah ia berkata bahwa itu semua karna dia tak ingin lihat aku tersakiti hingga ia mengambil keputusan yang membuatku semakin tersakiti, semakin dalam luka yang sudah ia gores sebelumnya, ia tak ingin aku terlalu memikirkan dia, karna dia butuh waktu untuk berfikir, memikirkan hal yang sebenarnya tak sanggup ia fikirkan, hal yang sudah membuatnya lupa akan janjinya kepada sebuah kupu-kupu kecil yang baru saja terjatuh, dan karna janjinya itulah kupu-kupu itu berusaha tuk bangkit lagi, terbang lagi, tapi baru saja kupu-kupu itu hampir berhasil mengepakkan sayapnya, ia tiba-tiba jatuh untuk yang kesekian kalinya.
Kupu-kupu itu aku, aku yang telah tersakiti oleh sikapnya, terluka oleh perlakuannya, bagai bangkai binatang langka yang diawetkan, dipandang, dirawat tapi tak pernah digunakan, tak pernah disentuh, tak pernah dijamah.
Ini hanya ungkapan hati yang paling dalam, dari seseorang yang selama ini menunggu kepastian cintanya, aku bertahan karena benih cinta ini tlah tumbuh, dan akan berkembang.
Aku tak kan sanggup melihatnya bersama orang lain, dan aku tak ingin tau siapa.
Tuhanku, tolong aku, tolong hatiku, agar tetap kuat hadapi keseharianku bersamanya, aku butuh Motivasi, dorongan yang akan mampu buatku bangkit dan terbang lagi, walau itu harus dari awal.
Aku ingin selalu menjaga cinta ini, untuknya, untuk orang yang telah ucap janji terhadapku, orang yang sudah membuka hati, tentang pandangan tak baik akan seorang lelaki.
Aku rapuh, aku lemah, sangat lemah dibanding hati yang paling lemah, aku menangis, ya, hanya bisa menangis, meluapkan isi hatiku malam ini, malam yang begitu suram bagiku, malam yang sangat aku benci seumur hidupku, malam yang tak kuiinginkan kehadirannya, jika bisa, aku tak mau melewati malam ini, malam yang benar-benar membuatku sakit.
Tak akan ada yang tau semua itu, tak akan ada yang paham apa yang kurasa saat itu, aku hanya berharap dimalam yang suram dan kelam itu, masih ada bulan dan secercah bintang yang kan jadi saksi airmataku, diperaduanku, dialas tidur yang terasa sangat keras untuk direbahi.
Tuhan, lagi-lagi kepada Tuhan aku hanya mampu berucap, bersimpuh memohon ampun atas semua dosa dan kesalahnku, khilafku, dan smua perbuatanku, yang mungkin inilah balasannya, aku tau semua berasal dari sang pencipta, Sang pencipta yang membuat rasa seperti saat ini, dan dia hanya perantara saja.
Aku sadar, aku belum bisa menjadi umat yang baik, umat yang tergolong Engkau ridhoi, Umat yang bersama-sama menuju jalanmu, petunjukmu.
Semoga aku tetap kuat hadapi dia, hadapi perubahannya, hadapu sikapnya, dan bertahan denga secuil cinta yang ia tinggalkan sebelumnya, harapan itu selalu ada, agar dia bisa kembali seperti dulu, menghadirkan kata-kata indah dan ucapan lembut disisiku.
Kali ini, aku yang telah mampu terima ungkapan cintanya, telah bisa dapatkan apa yang ia berikan, cinta, dan lagi, cinta pula yang membuat semua rasa ini begitu sulit ku terima.
Entah mengapa, alasan itu seolah membuat hatiku ragu, tak percaya dengan yang telah ia ucapkan, aku benar2 terluka, dengan sikapnya yang begitu dingin padaku, ia sangat beku menurutku, bahkan lebih beku dari salju, ia tak pernah tau perasaan ini, betapa aku menyayanginya, aku tak kan bisa kehilangannya, aku heran kenapa aku bisa seperti ini, awalnya aku tak pernah tau cintanya, tak pernah tau apa yang ia pendam selama bertahun-tahun itu ternyata cinta, karna kami hanya berteman saja.
Sekarang, sulit bagiku tuk pahami hatinya, aku sangat-sangat terluka, perih, sedih, ia datang dan pergi sesuka hati, meninggalkan cinta yang baru bersemi dan baru saja tumbuh karna telah ia tanamkan benih cinta sebelumnya. Ia kejam, ia tak menghiraukan Rasaku, rasa yang benar-benar ada untuknya, rasa yang selama ini sanggup membuatku meneteskan air mata, hampir setiap aku akan memejamkan mata. Kenapa, kenapa harus seperti ini, aku sudah coba cari tau apa yang membuatnya beurbah seperti itu, pernah ia berkata bahwa itu semua karna dia tak ingin lihat aku tersakiti hingga ia mengambil keputusan yang membuatku semakin tersakiti, semakin dalam luka yang sudah ia gores sebelumnya, ia tak ingin aku terlalu memikirkan dia, karna dia butuh waktu untuk berfikir, memikirkan hal yang sebenarnya tak sanggup ia fikirkan, hal yang sudah membuatnya lupa akan janjinya kepada sebuah kupu-kupu kecil yang baru saja terjatuh, dan karna janjinya itulah kupu-kupu itu berusaha tuk bangkit lagi, terbang lagi, tapi baru saja kupu-kupu itu hampir berhasil mengepakkan sayapnya, ia tiba-tiba jatuh untuk yang kesekian kalinya.
Kupu-kupu itu aku, aku yang telah tersakiti oleh sikapnya, terluka oleh perlakuannya, bagai bangkai binatang langka yang diawetkan, dipandang, dirawat tapi tak pernah digunakan, tak pernah disentuh, tak pernah dijamah.
Ini hanya ungkapan hati yang paling dalam, dari seseorang yang selama ini menunggu kepastian cintanya, aku bertahan karena benih cinta ini tlah tumbuh, dan akan berkembang.
Aku tak kan sanggup melihatnya bersama orang lain, dan aku tak ingin tau siapa.
Tuhanku, tolong aku, tolong hatiku, agar tetap kuat hadapi keseharianku bersamanya, aku butuh Motivasi, dorongan yang akan mampu buatku bangkit dan terbang lagi, walau itu harus dari awal.
Aku ingin selalu menjaga cinta ini, untuknya, untuk orang yang telah ucap janji terhadapku, orang yang sudah membuka hati, tentang pandangan tak baik akan seorang lelaki.
Aku rapuh, aku lemah, sangat lemah dibanding hati yang paling lemah, aku menangis, ya, hanya bisa menangis, meluapkan isi hatiku malam ini, malam yang begitu suram bagiku, malam yang sangat aku benci seumur hidupku, malam yang tak kuiinginkan kehadirannya, jika bisa, aku tak mau melewati malam ini, malam yang benar-benar membuatku sakit.
Tak akan ada yang tau semua itu, tak akan ada yang paham apa yang kurasa saat itu, aku hanya berharap dimalam yang suram dan kelam itu, masih ada bulan dan secercah bintang yang kan jadi saksi airmataku, diperaduanku, dialas tidur yang terasa sangat keras untuk direbahi.
Tuhan, lagi-lagi kepada Tuhan aku hanya mampu berucap, bersimpuh memohon ampun atas semua dosa dan kesalahnku, khilafku, dan smua perbuatanku, yang mungkin inilah balasannya, aku tau semua berasal dari sang pencipta, Sang pencipta yang membuat rasa seperti saat ini, dan dia hanya perantara saja.
Aku sadar, aku belum bisa menjadi umat yang baik, umat yang tergolong Engkau ridhoi, Umat yang bersama-sama menuju jalanmu, petunjukmu.
Semoga aku tetap kuat hadapi dia, hadapi perubahannya, hadapu sikapnya, dan bertahan denga secuil cinta yang ia tinggalkan sebelumnya, harapan itu selalu ada, agar dia bisa kembali seperti dulu, menghadirkan kata-kata indah dan ucapan lembut disisiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar