Penulis : Tim AndrieWongso
Pernahkah mempermasalahkan kenapa cincin kawin dipasang di jari manis (jari keempat)? Mungkin karena di sana penempatan paling bagus. Tetapi ada sebuah penjelasan bagus untuk pertanyaan ini.
Ibu jari (jari pertama) menggambarkan kedua orangtua. Telunjuk (jari
kedua) menggambarkan saudara kandung. Jari tengah (jari ketiga)
menggambarkan diri kita sendiri. Jari manis (jari keempat) menggambarkan pasangan hidup kita. Dan kelingking (jari kelima) merepresentasikan anak-anak kita.
Sekarang, pertemukan kedua tangan kita satu sama lain dengan pasangan jarinya: ibu
jari ketemu ibu jari, telunjuk ketemu telunjuk, dan seterusnya. Tapi,
untuk jari tengah, pertemukan dengan cara berpunggung-punggungan.
Sekarang jika memisahkan kedua ibu jari yang menggambarkan kedua
orangtua kita, kita mudah melakukannya. Filosofinya adalah orangtua kita
tidak akan hidup dengan kita selama-lamanya. Begitupun saat mencoba
memisahkan telunjuk, kita bisa melakukannya. Artinya saudara-saudara
kita pun akan berpisah karena mereka akan memiliki keluarga atau hidup
masing-masing. Lalu kelingking pun sama. Kita bisa memisahkannya.
Artinya anak-anak suatu saat kelak akan memisahkan diri dari kita karena tumbuh dewasa dan berkeluarga.
Akhirnya, coba pisahkan jari manis yang saling bertautan itu. Coba
sekali lagi. Ternyata itu tak bisa kita lakukan. Sekuat apa pun kita
melakukannya keduanya tetap bersatu.Seperti itulah pasangan hidup kita
yang selalu bersama dalam suka dan duka, dalam keadaan kaya atau miskin,
sehat atau sakit. Hanya kematian yang bisa memisahkan kita. Itulah
kenapa cincin kawin dipasang di jari manis sebagai penghargaan pada pasangan hidup kita yang akan mendampingi kita selama-lamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar