Writted by: lee dhya
Mungkin ini adalah takdirku… takdir yang sudah allah tetapkan untuk merubah jalan hidupku…
Jalan yang mungkin allah anggap salah,dan jalan harus aku cari jalan keluarnya,agar aku tak semakin
tersesat didalamnya.
“AUXILIA INDRIANY…SELAMAT ANDA DITERIMA DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG”
Sebuah pengumuman terpampang jelas di hadapanku..
“apa???? Tidaaaaakkkkk”
Kenapa allah tdak adil padaku???kenapa???kenapa ya allah????kenapa engkau pilih kasih????
Teman-temanku semuanya di terima di universitas yang besar an terkenal…kenapa aku harus disini???kenapa?????
Hanya itulah dalam benakku saat itu.tapi apa boleh buat…daripada aku tidak kuliah selama satu
tahun..lebih baik aku jalani saja…. toh ini juga universitas negeri, meskipun Islam. Kemudian aku cari tau tentang UIN Malang.
Aku tidak membaca secara teliti di pengumuman. Sekilas aku pernah membaca ada kata WAJIB MA’HAD……Apaaaaa itu Ma’had????
Aku tidak mengerti sama sekali, ya sudahlah palingan juga kayak ospek gitu. Setelah aku melakukan registrasi baru aku tahu apa itu Ma’had.
Ini tidak benar,,, ini sama sekali tidak benar. Aku di sini mau jadi mahasiswi,,, kenapa aku jadi mahasantri. Setahuku kehidupan santri sangat tidak menyenangkan. Bahkan bisa dibilang sangat menyiksa, tertekan oleh sejuta aturan. Menyebalkan,, ini benar-benar menyebalkan.
Dengan berat hati dan sangat…sangat terpaksa….aku masuk ma’had alias pesantren, ASRAMA ASMA’ BINTI ABI BAKAR.
Pertama kali aku pindahan, aku bingung mencari ke sana ke mari. Di manaaaaa itu ASRAMA ASMA’ BINTI ABI BAKAR.
Yang menyebalkan lagi, semua tulisan di sini, tulisan arab. Manaaaaa bisa aku baca. Aku kan tidak bisa membaca tulisan arab.
Aku ingat pepatah lama “malu bertanya sesat di jalan”. Aku pun putus asa untuk mencarinya dan memutuskan untuk bertanya kepada satpam di sini.
“ maaf bu… asrama Asma’ Binti Abi Bakar di mana ya?”
“ Oh….itu mbak…(sambil menunjuk sebuah gedung), yang gordennya berwarna ungu.”
“Oh…. itu…. ya sudah, trima kasih..”
“Iya…. Sama-sama..”
Ini dia…ASMA’ BINTI ABI BAKAR..gedung yang akan memenjarakanku selama 1 tahun ke depan..aku mulai medekati gedung itu.
Di depan pintu ada kakak-kakak yang berdiri di sana.menata maba alias santri yang akan masuk kesana.tiba giliranku di data.
“Hallo dik..namanya siapa?”
Ih..sok kenal banget ni orang
“Auxilia Indriany”
“Kamar berapa?”
“Lantai 3 no 34”
“OK..Silahkan masuk”
Astaga..baru hari pertama sudah menderita.gimana sama hari-hari berikutnya.???tapi ya sudahlah.aku tidak akan kalah dengan keadaan seperti ini.
“Lantai 3 kamar 34”
Akhirnya ketemu juga.tidak pernah terbayangkan sebelumnya,aku harus naik turun tangga dari lantai 3 setiap hari.ya allah cobaan apa lagi ini.
Ku buka pintu kamarku..disana sudah ada 3 teman sekamarku yang sudah datang lebih dulu.
“Hai..”
Sapa seorang darinya.
“Hai..namaku kamalia..namamu siapa?”
Ih..sok kenal banget ni orang.dari gayanya sudah keliatan norak.pake’sarung,baju kegedean,jilbab gedenya kaya’mukena.gak salah lagi…da pasti lulusan pesantre tulen…
“AUXIL”Cukup singkat jawabanku semoga dia nggak akan sok akrab lagi.
“Hai…namaku Ruroh”
Hah???Ruroh???Zaman modern gini masih ad nama seperti itu… hahahahaha
“AUXIL”
Ternyata nggak cukup 2 orang yang nanya.
“Hai namaku Inem”
Hahaha..Inem????Jangan-jangan dia inem si pembantu seksi itu…orang-orang disini aneh…semoga aku tidak seperti mereka.
Setelah merapikan barang-barang.aku langsung mencoba kasur baruku.kasur yang akan menjadi tempat bersandarku selama 1 tahun…tidak lama kemudian..datang 3 penghuni lagi.
“ASSALAMUALAIKUM..”
“LOH..Ada anggota baru disini???hai mbak namamu siapa????”
Mulai nih..mulai…
“AUXIL”
“OHHH,,…AUXIL…”
Ih nggak penting banget mereka.
“oh iya..sampai lupa memperkenalkan diri..”
Ih…sok penting banget gitu…siapa juga yang pengen tau..boda amat…mau kenal..mau nggak..terserah..NGGAK PENTING!!!!
“Aku Fisa…ini Tutus..dan satu lagi..Moi…”
“Hai…”membuat orang senang dapat pahala kan???ya sudahlah..ku balas senyum saja mereka..
Keesokan harinya kegiatan penjara,,eh..maksudnya ma’had di mulai…mulai dari tes baca al qur’an dsb.dari semua teman-teman dikamar.hanya akulah yang selalu ada dikelas bawah.bahkan sampai aku harus ikut karantina segala.selama 3 hari hanya untuk belajar membaca al qur’an.
Semua kelas yang ada disini,mulai dari tklim afkar,taklim al qur’an,sobakhul lugho dll,aku selalu ada di kelas paling bawah.maklum..aku kan tidak pernah belajar agama sebelumnya.tapi untungnya ada satu kelas yang aku ada di atas mereka yaitu kelas bahasa inggris.ya iyalah…secara aku lulusan SMA yang notabenenya setiap hari bertemu dengan bahasa inggris..
“I’M ALONE!!!!!”
Itulah yang aku rasakan disini.nobody knows…ini bukan salah mereka.bukan salah teman-teman sekamarku.akulah yang selalu jaga jarak dengan mereka.mereka selalu mengajakku ngobrol bareng,tapi aku selalu cuek dengan mereka.
“AUXIL..Sini..makan bareng ama kita”
“Iya terimah kasih”
Aku mulai mengerti…disini kita senasib..kita harus saling membantu.
Sepertinya aku sudah mulai terbiasa disini…bangun sebelum subuh,,sholat berjamaah,,mengaji,,mendengarkan ceramah,,sampai hal yang terkecil yaitu antri mandi..banyak kegiatan disini yang sangat asing bagiku.mulai dari cara berpakaian,dan bertutur kata.
Disini kita tidak hanya diajarkan tentang agama,tapi juga tentang pengetahuan,,tentu saja kita kan UNIVERSITAS NEGERI.meskipun kita berlandaskan agama,,jangan pernah meremehkan kita.wawasan dan teknologi kita tidak kalah dengan universitas yang anggap bagusn dulu.
Disini juga ada kakak-kakak pendamping yang kiya sebut musyrifah.mereka selalu setia mendampingi kita dan membantu kita dalam segala hal termasuk soal CINTA. Ya tentu saja,kami adalah remaja.jadi tidak lepas dari masalah romantika remaja.disini mungkin hanya aku yang tidak pernah curhat dengan kakak pendampingku.jadi kesannya aku itu adik yang sombong.tapi itu semua memang benar semua orang juga sering bicara seperti itu.aku memang bukan tipe orang yang mudah percaya dengan orang lain.
Setelah aku rasakan,banyak perubahan yang aku alami semenjak aku ada disini.bukan hanya aku yang merasakan tapi juga keluargaku.dulu sebelum aku ada disini aku jarang sekali sholat.sekarang aku lebih tahu sholat adalah tiang kehidupan.makadari itu harus aku tegakkan setiap hari.mungkin karena disini juga dipaksa untuk sholat berjamaah setiap hari.
Dulu aku juga tidak bisa membaca al qur’an.sekarang alhamdulliah sudah mulai lancar.karena terbiasa membaca.meskipun harus melalui karantina terlebih dahulu.dan itu merupakan hal yang memalukan bagiku.tapi tidak apa-apa toh bermanfaat buatku.
Dulu aku sama sekali tidak bisa berbahasa arab.sekarang aku mulai menguasainya.karena disini juga ada kelas khusus bahasa asing(ARAB DAN INGGRIS).bahasa inggrisku pun semakin lancar karena sering di latih.
Dan nilai plus buat ASMA’ BINTI ABI BAKAR.setiap hari jum’at,ada hari internasional.di hari itu kita wajib menggunakan bahasa asing untuk berkomunikasi yaitu ARAB atau INGGRIS.
Bagaimana???hebat kan kita???universitas lain belum tentu da kegiatan seperti ini.
Disini banyak yang aku pelajari.tapi yang terpenting bagiku adalah aku tahu cara menghargai orang lain.aku tidak hidup sendirian di dunia ini.aku butuh orang lain.aku takkan mampu hidup sendiri.AUXIL yang sombong dan angkuh semoga bisa lebih baik lagi.
Ketika aku pulang ke rumah,aku sadar..ada sesuatu yang hilang dariku.dia adalah keluarga baruku yaitu teman-teman dan rumah baruku.
Setiap sesuatu yang kita anggap derita belum tentu benar.bisa saja derita itu adalah jalan bagi kita untuk meraih kebahagiaan yang sesungguhnya yang allah ciptakan untuk kita. Ini adalah jalanku.jalan yang allah pilihkan untukku.aku beruntung..sangat beruntung.tidak semua orang mendapatkan kesempatan sepertiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar