Jumat, 14 Januari 2011

Kualitas Pengajar yang kurang Profesional

Jam 07.30 seharusnya Para mahasiswa udah harus berada dikelas untuk menerima materi kuliah hari ini, tapi nyatanya sampe jam 08 kurang 10 menit belum juga mereka masuk kelas, baru akhirnya pukul 08 kurang 2 menit mahasiswa mulai masuk kelas. Kemudian disusul dosen yang dengan santainya ikut masuk ke kelas. Beginikah Kulaits pendidikan Di Kotim, bagaimana mau dilirik oleh luar daerah kalo sistemnya aja tidak dirubah menjadi lebih baik.
Dari sisi dosen, pertama Dosen sudah membuang waktu secara cuma-cuma dengan keterlambatan dia masuk kelas, melihat kondisi ini, seharusnya mahasiswa harus kreatif, ku akui aku juga mungkin termasuk mahasiswa yang menunggu, tapi aku sadar aku salah, seharusnya mahasiswa bisa memanfaatkan waktu yang terbuang itu dengan Belajar sendiri, entah keperpustakaan, diskusi bareng temen-temen entah sekedar membahas materi kemaren atau hal lainnya.
Gambaran tadi sudah menunjukan kalau Kualitas di Universitas ini rendah, Kedua setelah Dosen masuk kelas, Oke mungkin kangsung belajar, tapi cara penyampaian yang kurang efektif membaut sebagian Mahasiswa lebih memilih Bermain facebook, smsan, atau main kartu, Itu semua disebabkan oleh Kualitas pengajar yang menggunakan sistem Textbook. Dosen samasekali tidak mengajak Mahasiswa untuk Aktif, bahkan dosen tidak perduli dengan apa yang dilakukan Mahasiswa dibelakang sana.
Aku heran dengan situasi ini, apa memang seperti inikah Sistem perkuliahan di Daerah ini.
Mungkin aku akan sangat berdosa sekali jika aku menyalahkan Semua ini, tapi tidak adakah sistem perkuliahan yang lebih Profesional?
Aku ingin sekali Universitas ini menjadi Universitas yang bisa membanggakan masyarakatnya, bukan hanya Menunjukan bahwa saya Dosen, saya Mahasiswa, tapi pada kenyataannya ilmu mereka jauh sekali dengan gelarnya.
Kalau aku boleh bilang pantas saja daerah lain mencemooh Universitas ini, mereka bilang, gelarnya saja yang tingginya Melebihi segalanya, padahal dibalik itu kualitas mereka tidak dapat menjamin keberhasilan.
Apakah ada campur tangan pemerintah mengenai hal ini?
Entahlah,
Kapan pula Universitas ini Akan diminati oleh Daerah lain, minimal dilirik kelebihannya, bukan dilirik karena menjadi salah satu Universitas terbesar di daerah ini.

4 komentar:

Agiel Reznu Armiansyah mengatakan...

saya menyukai postingan ini ...
sebab sya merasakan hal trsebut terutama saat di kampus ...
hehehe ...

Lilis_Suriani mengatakan...

Yup...
Sama saya zuga....

andrean_crenz mengatakan...

bagus..bagus..bagus... ^_^

Unknown mengatakan...

"Thank's y coment'x...
Wahhh.... Qt bsa sling sharing nich...